Bumdes
Welahan Tancap Gas, Raup Untung Bersih Sekitar Rp 6 Juta/bulan
4 Mei 2026 10:46
Welahan, 03/05/2026– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Welahan terus menunjukkan geliat positif dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Melalui unit usaha “Bina Karya”, BUMDes setempat berhasil mengembangkan peternakan ayam petelur yang kini menjadi salah satu sumber pendapatan unggulan desa.
Saat ini, unit usaha tersebut telah mengelola sekitar 500
ekor ayam petelur yang dipelihara secara intensif. Dari usaha tersebut, BUMDes
mampu meraih pendapatan bersih sekitar Rp6.000.000 per bulan, angka yang cukup
signifikan untuk mendukung Pendapatan Asli Desa (PADes).
Direktur BUMDes, Muhammad Nashir Maulana, menjelaskan bahwa
usaha ini dirintis sebagai bentuk pemanfaatan potensi lokal yang memiliki
prospek pasar yang stabil. “Kami melihat bahwa kebutuhan telur di masyarakat
cukup tinggi dan berkelanjutan, sehingga usaha ini memiliki peluang besar untuk
dikembangkan,” ujarnya.
Pengelolaan usaha ini juga mendapatkan pendampingan dari
tenaga pendamping desa Kecamatan Welahan, Wiwin Dedi Winardi dan Kawan-kawan,
yang turut berperan dalam memastikan manajemen usaha berjalan dengan baik,
mulai dari perawatan ternak hingga strategi pemasaran.
Produksi telur dari peternakan ini sebagian besar dipasarkan
di wilayah sekitar Welahan, sehingga selain meningkatkan pendapatan desa, usaha
ini juga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, keberadaan unit
usaha “Bina Karya” juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta menjadi
contoh nyata pengembangan kewirausahaan berbasis desa.
Ke depan, BUMDes Welahan berencana untuk terus mengembangkan
usaha ini, baik dari segi jumlah ternak maupun inovasi produk. Diversifikasi
seperti telur organik dan produk olahan berbasis telur menjadi salah satu opsi
yang tengah dipertimbangkan.
Dengan capaian yang ada, BUMDes Welahan membuktikan bahwa
pengelolaan potensi desa secara tepat mampu menjadi motor penggerak ekonomi
lokal yang berkelanjutan.
No comments:
Post a Comment