SEMARANG, Peringatan
Hari Desa Nasional tahun ini menjadi momentum yang membanggakan, khususnya bagi
Jawa Tengah yang dipercaya menjadi tuan rumah. Kepercayaan ini merupakan
pengakuan atas peran desa-desa di Jawa Tengah yang terus bergerak maju dalam
pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan
desa. Sebagai provinsi dengan jumlah desa yang besar dan beragam potensi lokal,
Jawa Tengah menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan seiring dengan
pelestarian nilai gotong royong dan kearifan lokal. Berbagai capaian
pembangunan desa yang dirasakan masyarakat tidak lepas dari kerja bersama
antara pemerintah desa, masyarakat, dan pendamping desa.
Pendamping
desa memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah desa dalam mendukung
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. Melalui pendampingan yang
berkelanjutan, pendamping desa mendorong partisipasi masyarakat, penguatan
kapasitas aparatur desa, serta pengelolaan Dana Desa yang transparan dan
akuntabel agar benar-benar berpihak pada kebutuhan warga.
Menjadi tuan rumah Hari Desa Nasional juga
menjadi ajang refleksi bagi desa-desa di Jawa Tengah untuk terus berbenah.
Tantangan seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi
lokal dan BUMDes, peran pemuda desa, serta transformasi digital perlu dihadapi
secara kolaboratif. Dalam konteks ini, sinergi antara desa dan pendamping desa
menjadi kunci agar pembangunan desa berjalan berkelanjutan dan inklusif.

Melalui
momentum Hari Desa Nasional ini, Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi contoh
praktik baik pembangunan desa di tingkat nasional. Dengan semangat gotong
royong dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan
pendamping desa, desa-desa di Jawa Tengah akan terus tumbuh sebagai fondasi
kokoh bagi kemajuan Indonesia. Bagi pendamping desa, Hari Desa bukan sekadar
perayaan, tetapi ruang untuk meneguhkan kembali peran sebagai mitra pemerintah
desa dan masyarakat. Pendamping desa hadir untuk memastikan bahwa pembangunan
desa berjalan partisipatif, transparan, dan berpihak pada kebutuhan warga.
Dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, pendamping desa
berupaya menjaga agar desa tetap menjadi subjek pembangunan.
Oleh: Upi Setya Wardani, Koorprov TPP Provinsi Jawa Tengah
No comments:
Post a Comment